Monday, September 09, 2013

Sajak Pulau Bali - WS Rendra
























Sebab percaya akan keampuhan industri 
dan yakin bisa memupuk modal nasional 
dari kesenian dan keindahan alam, 
maka Bali menjadi obyek pariwisata.
Betapapun: 
tanpa basa-basi keyakinan seperti itu,
Bali harus dibuka untuk pariwisata.
Sebab:
pesawat-pesawat terbang jet sudah dibikin,
dan maskapai penerbangan harus berjalan.
Harus ada orang-orang untuk diangkut.
Harus diciptakan tempat tujuan untuk dijual.
Dan waktu senggang manusia,
serta masa berlibur untuk keluarga,
harus bisa direbut oleh maskapai
untuk diindustrikan.
Dan Bali,
dengan segenap kesenian,
kebudayaan, dan alamnya,
harus bisa diringkaskan,
untuk dibungkus dalam kertas kado,
dan disuguhkan pada pelancong.
Pesawat terbang jet di tepi rimba Brazilia,
di muka perkemahan kaum Badui,
di sisi mana pun yang tak terduga,
lebih mendadak dari mimpi,
merupakan kejutan kebudayaan.
Inilah satu kekuasaan baru.
Begitu cepat hingga kita terkesiap.
Begitu lihai sehingga kita terkesima.
Dan sementara kita bengong,
pesawat terbang jet yang muncul dari mimipi,
membawa bentuk kekuatan modalnya:
bandara. "Hotel - bistik - dan - coca cola",
jalan raya, dan para wisatawan.
"Oh, look, honey - dear!
Lihat orang-orang pribumi itu!
Mereka memanjat pohon kelapa seperti kera.
Fantastic ! Kita harus memotretnya!
................................
Awas! Jangan dijabat tangannya!
senyum saja dan say hello .
You see , tangannya kotor
Siapa tahu ada telor cacing di situ.
.........................
My God , alangkah murninya mereka.
Ia tidak menutupi payudaranya!
Look , John, ini benar-benar tetek.
Lihat yang ini! O, sempurna!
Mereka bebas dan spontan.
Aku ingin seperti mereka .....
Eh, maksudku .....
Okey ! Okey ! .... Ini hanya pengandaian saja.
Aku tahu kamu melarang aku tanpa beha.
Look , now , John, jangan cemberut!
Berdirilah di sampingnya,
aku potret di sini.
Ah! Fabolous ! "
Dan Bank Dunia
selalu tertarik membantu negara miskin
untuk membuat proyek raksasa.
Artinya: yang 90% dari bahannya harus diimpor.
Dan kemajuan kita
adalah kemajuan budak
atau kemajuan penyalur dan pemakai.
Maka di Bali
hotel-hotel pribumi bangkrut
digencet oleh packaged tour .
Kebudayaan rakyat ternoda
digencet standar dagang internasional.
Tari-tarian bukan lagi satu mantra,
tetapi hanya sekedar tontonan hiburan.
Pahatan dan ukiran bukan lagi ungkapan jiwa,
tetapi hanya sekedar kerajinan tangan.
Hidup dikuasai kehendak manusia,
tanpa menyimak jalannya alam.
Kekuasaan kemauan manusia,
yang dilembagakan dengan kuat,
tidak mengacuhkan naluri ginjal,
hati, empedu, sungai, dan hutan.
Di Bali:
pantai, gunung, tempat tidur dan pura,
telah dicemarkan

Pejambon, 23 Juni 1977

Tuesday, July 30, 2013

Dewan Malaysia Jakarta



























Penginapan murah untuk rakyat Malaysia yang ke Jakarta di Dewan Malaysia, Jakarta. Lokasi di No. 30 Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta. Lokasi sangat strategik; berdekatan dengan Jalan Jaksa, kawasan makan Sabang, Stesen busway Sarinah, Plaza Indonesia dan Plaza Grand Indonesia.

Kemudahan di dalam bilik; 2 katil single, penghawa dingin, kipas siling, meja, 2 almari, 2 plug, cermin dan meja barangan. Tandas di luar (ada air panas), tv di ruang lobi dan pantri (ada peti sejuk dan air panas) dan wifi percuma.

Tiada curfew, 24 jam keluar masuk. Tetapi lelaki dan wanita belum berkahwin tidak boleh tinggal sebilik.

Untuk pemesanan, sila emel ke malaysiahall.jakarta@gmail.com atau hubungi +622131920548

Wednesday, June 12, 2013

Tentang Bali

Sup ikan & ikan goreng Mak Beng
Jalan tol atas laut yang akan dibuka tidak lama lagi
Amed berlatar belakangkan Gunung Agung
Pulau Menjangan
Bali Cliff
Suluban
Bali Need Water, Don't Let Them (big hotel) Monopoly It!
Kintamani
Peta Bali
Memanjat Gunung Batur

Setelah hampir setahun tinggal di Bali dan akan terus tinggal di sini untuk tempoh setahun lagi, di sini saya senaraikan beberapa tempat dan perkara menarik di/tentang Bali. Sebenarnya senarai masih banyak, cuma sempat taip yang terlintas di fikiran. Berikut sebahagian darinya.

Bali Timur:-

Pantai Amed untuk snorkeling, menginap semalam dua di sini pun ok
http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/05/23/amed-wisata-bawah-laut-tak-hanya-untuk-bule.html
Seraya, jalan berbukit yang mencabar dgn pemandangan pantai yang cantik. Bermula di Amed dan berakhir di Ujung.
Budakeling, kampung Muslim & Hindu yang muhibbah
Pantai Virgin di Karangasem - pantai tersembunyi yg sering digunakan orang Russia untuk private party
Tulamben - untuk diving
Gunung Agung, di sinilah pura paling suci seBali terletak iaitu Pura Besakih. Selain pura, sesuai untuk aktiviti memanjat yang memakan masa 8-10 jam turun naik.
Water rafting di Telaga Waja
Kintamani, daerah ini popular dengan makan lunch dengan pemandangan view Gunung Batur. Selain itu boleh panjat Gunung Batur atau Gunung Abang. Siapa yang berani boleh  melawat Desa Trunyan (orang asal Bali) di mana penduduk kg ini tidak menanam mayat sebaliknya meletakkannya di pokok yang harum.
Desa Tenganan - juga perkampungan orang asal Bali. Orang Bali yang sekarang dikatakan Bali menurut beberapa versi adalah keturunan Jawa Majapahit yang lari ke Bali apabila kerajaan Hindu Majapahit diIslamkan.
Kusamba - Kampung Islam Kusamba dikenal sebagai kampung Islam yang menyimpan banyak sejarah Islam di Bali. 
Tirtagangga, taman air kerajaan milik keluarga kerajaan Karangasem. 
Kertagosa, kompleks bangunan lama yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Klungkung pertama
Penglipuran , ebuah desa tradisional dengan budaya yang unik.

Bali Utara:-

Lovina - tengok ikan lumba2
http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/04/08/foto-berburu-lumba-lumba-di-bali-utara.html
Air Terjun Gitgit, air terjun tertinggi di Bali
Desa Pegayaman - kampung Muslim di Bali


Bali Barat:-

Pulau Menjangan - pulau indah sesuai untuk snorkeling yg jarang dikunjungi, sangat cantik. Boleh dikunjungi dengan menyewa bot dari Pumeteran atau Banyuwedang
Pemuteran - pot diving
Gilimanuk - kota yang menghubungjan Bali dengan Pulau Jawa terkenal dengan ayam betutu terenak di Bali, cari ayam betutu Man Tempeh
Palasari - kampung Kristian di Bali, ada gereja cantik dengan senibina Bali
Loloan - kampung Muslim di mana ada keturunan pendakwah asal Terengganu. Satu-satunya kampung yang mana penduduknya boleh bertutur ala Melayu.
http://www.themalaysianinsider.com/opinion/article/melawat-melayu-di-bali
Medewi - pantai untuk surfers

Ubud - kota seni budaya:-

Nasi Ayam Kedewatan, nasi campur ala Bali yang mesti dicuba
Warung Pulau Kelapa makan di restoran yang benar2 organik (tanaman di belakang restoran) dan harga bukan harga mat saleh, tempat cantik dan pada mulanya tidak disukai ramai pemilik restoran di Ubud yang kebanyakan org barat kerana menawarkan harga yang murah. Pemiliknya Om Prayit adalah bekas tahanan politik semasa zaman Soeharto 
Rumah Topeng & Wayang, masuk percuma. Pemilik adalah Om Prayit
http://www.setiadarma.org/
Green School, sekolah yang dibuat dengan buluh. Ada guided tour dari Isnin-Jumaat.
http://www.greenschool.org/
Pak Ketut, terkenal menerusi filem Eat, Pray & Love. Agak komersial sedikit. Kalau ingin berjumpa bomoh Bali yang betul (Balian), boleh masuk ke kampung2
Muzium Blanco, satu bentuk penghargaan kepada seniman besar Don Antonio Blanco.
Tonton tarian kecak, legong & barong dengan membeli tiket dari penjual bebas di tepi jalan. Sambil membeli sambil membantu ekonomi mereka.
http://www.ubudcommunity.com/index.php/en/articles/human-interest/item/136-those-hard-working-ticket-sellers 

Bali Tengah:-

Pupuan, pemandangan padi teres dan ladang kopi yang indah. Jika ke Pupuan anda tidak merasa seperti di Bali, malah kebanyakan penduduk di sini majoriti tidak pernah ke Kuta terutama yang tinggal di kawasan yang agak dalam.
Bedugul: melawat tasik Buyan, Bratan & Tamblingan.
Jatiluwih, sawah teres yang cantik, UNESCO World Heritage site
http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/04/07/subak-jatiluwih-sebuah-harmonisasi-peradaban.html


Bali Selatan:-

Mengekplorasi pantai2 tersembunyi yang popular di kalangan surfers; Padang2, Suluban, Bingin, Pantai Pandawa, Pantai Bali Cliffs & Pantai Hotel Nikko
Tanah Lot semestinya
Canggu, pantai untuk surfers, ada kedai Deus Ex Machina untuk siapa yang tahu
Pulau Serangan, terletak antara Kuta dan Sanur dan di bahagian timur pulau terdapat pantai yang cantik di popular di kalangan surfers. Sesuai juga untuk menikmati hidangan laut versi orang tempatan yg lebih murah berbanding Jimbaran.
Sanur, kawasan yang terkenal di kalangan pelancong keluarga dan pertengahan umur. Sesuai untuk yang tidak menyukai hiruk pikuk Kuta.
Uluwatu, tarian kecak terbaik di Bali adalah di sini ditambah dengan pemandangan tebing bukit yang indah.

Cuba juga ke Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Penida yang boleh dicapai dengan bot dari Sanur.

Bali sisi lain:-

- Beli oleh2 dari Mitra Bali Fair Trade di Sanur yang menggunakan konsep perdagangan yang adil & tidak menindas peembuat kraf.
https://www.facebook.com/MitraBaliFairTrade
- Cuba untuk membeli oleh2 di pasar tradisional seperti di Sukawati daripada di Krishna, Erlangga dsb yang murah tetapi membayar sedikit kepada pembuat kraf
- Beli cd band Bali seperti Superman is Dead (SID), Nosstress, Dialog Dini Hari, Navicula dsb yang memperjuangkan alam Bali dari terus dirosakkan. Boleh dapatkan di kedai milik Jrx, gitaris di SID di Twice Bar @ Poppies atau di Mitra Bali.
- Minum kopi di Kopikultur, tempat seniman Bali muda dan tua berkumpul melawan komersialisasi berlebihan Bali
- Menikmati keragaman agama & bangsa di kota Denpasar. Jarang pelancong ke Denpasar padahal makanan paling sedap, murah & halal di Bali kebanyakan ada di sini.
- Jalan2 di kota tua Denpasar, boleh melawat Pasar Badung dan kedai2 menjual barang muslim/muslimah di depan pasar (Ada masjid di hujungnya). Setelah itu boleh menikmati kopi di kedai yg telah ada sejak 1935, sedap dan murah tetapi jam 6 sudah tutup. Cawangan lainnya (Kopi Bali) ada di Sanur yang sedikit upmarket.
http://www.balioutbound.com/2013/01/jalan-jalan-di-kota-tua-denpasar/
- Beli buku tentang Bali & Indonesia di Toko Buku Ganesha, ada di Ubud & Sanur
http://www.ganeshabooksbali.com/
- Beli buku "Melawan Lupa" untuk mengetahui sisi Bali yang berbeza. 
http://www.goodreads.com/book/show/15991075-melawan-lupa
- Cuba pengangkutan awam Trans Sarbagita 
https://www.facebook.com/pages/Trans-SARBAGITA/114451925323386?fref=ts
- Makan nasi jinggo atau nasi bungkus yang dijual di Pantai Kuta. Enak dan murah serta halal kerana penjual adalah orang Jawa Muslim.

Tak disarankan

- menginap di hotel2 mahal yang cenderung menindas orang tempatan terutama di Nusa Dua
- main permainan air di Tanjung Benoa/Nusa Dua kerana terlalu mahal melainkan dapat diskaun dan pakai voucher yang murah
- makan seafood di Jimbaran yang sangat mahal, boleh cuba kalau punya bajet yang lebih

Makan halal di Bali

- Sup ikan & ikan goreng di Warung Mak Beng di Sanur, Jalan Hang Tuah 45 (0361-282633)
- Ayam Tulang Lunak Malioboro di Kuta
- Warung Indonesia di Poppies (Gang Ronta)
- Soto Ceker Ayam di Pasar Kuta
- Warung Nikmat, Gang Biduri 6, Jalan Singosari Kuta (sebelah Hotel Bakungsari, 0361-764678)
- Restoran & warung sepanjang jalan di Tuban dekat Kuta terutama Ayam Betutu Gilimanuk (seberang jalan tidak jauh dari kedai souvenir Krishna Tuban) & Nasi Pedes Bu Andika (depan kedai souvenir Joger)
- Restoran & warung sepanjang Jalan Hayam Wuruk Denpasar
- Restoran & warung sepanjang Jalan Teuku Umar Denpasar
- Restoran & warung di sekitar Lapangan Puputan Renon Denpasar
- Warung2 di Pasar Sanur

Penginapan murah:-

Terlau banyak, Cuma di sini saya ingin senaraikan 1 di Kuta dan 1 di Sanur

Kuta
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10151114129136237.433239.303542966236&type=3

Apa yang pasti makanan halal bersepah di Bali, cuma tidak banyak dan susah jumpa jika menginap di Kuta, Legian & Seminyak dan segan bertanya. Kebanyakan kedai2 yang saya sebut di atas berada di luar Kuta, tetapi tidak terlalu jauh. Sebagai contoh yang paling dekat dgn Kuta adalah Pasar Kuta tetapi ramai yang tidak tahu. Apa yang penting tanya dan kebanyakan masakan Padang adalah halal. 

Semoga membantu.

Sunday, June 02, 2013

Penangan Johor DT

Bukit Jalil

Shah Alam

Larkin














































Tahun ini aku sudah 3 kali menonton aksi melibatkan Johor DT; pertama di Larkin aksi menentang Selangor, kedua di Shah Alam juga menentang Selangor dan ketiga di Bukit Jalil menentang Pahang. Secara jujur, penyokong Johor DT adalah yang terbaik di Malaysia setakat ini. Tabik!

Aku sering ke stadium menonton aksi Selangor sejak 90an terutama semasa zaman kemuncak 1995-1997 dan kemudian 2005 semasa Bambang & Elie menjadi duo pemusnah. Ketika itu Shah Alam sangat meriah. Namun selepas 2005 hingga sekarang kehadiran penyokong Selangor sangat mengecewakan walaupun prestasi konsisten di liga dan sering ke peringkat suku, separuh dan akhir Piala FA & Piala Malaysia dalam tempoh tersebut. Contohnya pada 2010 Selangor muncul juara Liga Super, tetapi purata kehadiran ke stadium sekitar 2000-5000 orang saja. Di mana salahnya? Adakah tanda aras penyokong Selangor sudah tinggi? Juara Piala Malaysia atau kami tidak akan ke stadium?

Di kala Shah Alam lengang, SSFC sebagai kelab penyokong yang telah lama wujud setia hadir dengan paluan gendangnya dan beberapa tahun kebelakangan UltraSel. Namun kehadiran UltraSel yang cuba membawa budaya baru bersorak & terlompat-lompat 90 minit tidak diterima baik SSFC dan majoriti penyokong Selangor yang lebih pro-SSFC berbanding UltraSel yang dianggap penyokong baru.

Tidak seperti penyokong Johor DT yang mudah serasi bersama Boys Of Straits (Ultras Johor) kerana umumnya tiada istilah penyokong lama dan penyokong baru; mereka naik bersama-sama. Penyokong Selangor baik SSFC atau UltraSel harus membuang ego masing-masing untuk kembali memeriahkan Stadium Shah Alam. Alangkah indahnya jika SSFC dengan paluan gendangnya & UltraSel dengan sorakan dan tepukannya dikoreografi bersama-sama dengan baik.

Apa yang pasti sorakan & nyanyian bingit penyokong JDT tahun ini telah mengejutkan penyokong Selangor dari lamunan. Sebagai contoh pada perlawanan suku akhir kedua Piala FA di Shah Alam tempohari, penyokong Selangor baik SSFC mahupun biasa telah mula mengikut sorakan dan tepukan UltraSel setelah melihat penyokong JDT menenggelamkan sorakan penyokong Selangor di kandang sendiri. Ayuh warga Selangor, kembali kita gegarkan Shah Alam. Terima kasih JDT!

Thursday, May 16, 2013

Cikgu dan politik

Sebelum peristiwa reformasi 1998, umumnya cikgu di sekolahku ada 2 kubu satunya PAS dan satunya UMNO. Apabila reformasi tercetus - cikgu kelas aku 5 Taqwa, Puan Elina yang tidak berapa jelas pendirian politiknya sebelum itu mengambil posisi pro-Mahathir dan sering mengambil kesempatan brainwash kami. Apa motifnya aku tidak faham waktu itu, barangkali gusar melihat hampir semua pelajar kelasnya menjadikan majalah "Tamadun" sebagai bahan bacaan wajib selain Dewan Masyarakat.

Brainwash Puan Elina selalunya dineutralkan oleh Ustaz Ghazali Omar, cikgu bagi subjek Pendidikan Al-Quran & Sunnah merangkap pembekal akhbar Harakah untuk para pelajar. Ustaz Ghazali Omar pada malam hari menjadi pendakwah bebas dan sering diundang memberi ceramah di surau/masjid di sekitar Kuala. Selangor; kesempatan untuk ikut yang tidak akan dilepaskan demi hidangan yang enak selepas Solat Isyak.

Ustaz Ghazali Omar sering mengingatkan aku untuk berhati-hati dengan Anwar Ibrahim yang sangat dibenci Puan Elina itu. Pada tahun 1997 Anwar datang ke sekolahku untuk satu acara UMNO Kuala Selangor dan sempat menyindir PAS di dalam ucapannya. Kami dipaksa hadir & diberi akhbar Era Watan.

Terima kasih kepada cikgu-cikguku yang memberi pendidikan politik tanpa sedar dan kepada Ustaz Ghazali,   saya akan terus berhati-hati dengan sesiapa pun terutama ahli politik dan agamawan yang berpolitik.

Sunday, February 17, 2013

Malaysia & Singapura berubah, we deserve better!

Himpunan Kebangkitan Rakyat di KL 12 Januari 2013

Protes isu kependudukan di Hong Lim Park, Singapura 16 Februari 2013

































Dulu di Malaysia untuk mengumpul ribuan warga memprotes tidaklah mudah. Bersih 2007 dan tsunami politik 2008 mengubah banyak hal, kini protes sudah menjadi hal biasa.

Kini Singapura menyusul dengan langkah pertama apabila protes di Hong Lim Park semalam menarik kehadiran 3000 warga. Kejayaan besar yang diharap memicu kepada perubahan dan pendemokrasian yang lebih baik di sana.

Kes di Malaysia dan Singapura amat menarik untuk dikaji tentang bagaimana perubahan mengambil jalur evolusi bukan revolusi dan secara damai tanpa mengorbankan keselesaan hidup yang sudah dicapai. Apa yang pasti 2013 dan seterusnya adalah masa-masa menarik dan mendebarkan bagi warga Malaysia dan Singapura kerana dijangka banyak perubahan akan terjadi.

Selama hampir 32 tahun hidup, aku sering diberitahu untuk menjatuhkan BN dan PAP adalah sesuatu yang mustahil kerana selain mereka menguasai alat "peperangan", BN dan PAP secara umum adalah kerajaan yang "mensejahterakan" rakyatnya.

Namun aku tidak mahu menjadi seperti sebahagian kelompok generasi terdahulu yang tidak percaya Malaya akan mampu mencapai kemerdekaan dan kemudian setelah tercapai, menikmatinya tanpa merasa kesal dan bersalah.

Satu hal pasti perubahan di Malaysia bukan kerana kita lapar tetapi untuk menuntut apa yang selayaknya dinikmati, we deserve better! Malaysia mampu berubah dan aku terus percaya kita boleh.

Friday, December 07, 2012

Kisah dari Lombok

Pulau Gili (kecil) Trawangan

Masjid kuno suku Sasak

Sembalun Lawang


















































Baru-baru ini Taman Tema Legoland telah dibuka di Nusajaya, satu-satunya di Asia. Jika ke bahagian Miniland, kita dihidangkan dengan model-model bangunan seperti Menara Petronas, Masjid Putra dan sebagainya yang dibina dari permainan Lego. Namun jika ingin melihat percuma miniland versi dunia nyata , sila berkunjung ke Putrajaya dengan puluhan bangunan, ke Bali dengan ribuan pura (kuil) dan Lombok dengan ribuan masjid,

Minggu baru lalu saya berkesempatan melawat Lombok yang terkenal di saentero Malaysia gara-gara kes-kes percintaan lelaki Lombok dengan gadis tempatan yang berhujung “dilarikan”. Lokasi Lombok sangat strategis untuk menarik kedatangan pelancong kerana berjarak dekat dengan Bali yang telah puluhan tahun menjadi destinasi pelancongan popular dunia. Lombok menurut banyak orang adalah Bali 10-20 tahun yang lalu, masih terjaga dari serangan pelabur dan pelancongan massa yang merosakkan lingkungan seperti dialami Bali.

Kunjungan singkat ini telah membenarkan pandangan itu. Tidak terlihat ramai pelancong dan rombongan bas seperti sering dilihat di Bali, dan di beberapa kawasan seperti Sekotong, Sembalun Lawang dan Senggigi sangat jauh dari keramaian meski pemandangan alam yang terhidang sangat indah. Namun hal itu akan berubah seiring pembukaan jalur penerbangan Kuala Lumpur-Lombok oleh AirAsia baru-baru ini selain daripada kejenuhan pelancong yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk Bali.

Sememangnya Lombok sangat sesuai mengambil peranan sebagai kawasan pelancongan berwatak pembantu seperti mana Wilayah Iskandar di Johor dan Singapura serta Shenzhen dan Hong Kong. Namun apa yang terlihat di Lombok tidak demikian, Lombok jelas sekali ingin meniru Bali dalam pembinaan imej. Jika Bali terkenal dengan pura, maka Lombok yang majoriti Islam membina masjid-masjid yang anehnya jarak di antara satu sama lain sangat berdekatan.

Primata, salah seorang blogger Indonesia yang aktif menulis di blog Kompasiana mencatat, “Jika anda baru pertama menginjakkan kaki di Lombok, bahkan lewat angkasa pun anda akan melihat di bawah, terhampar banyak pemandangan kubah masjid. Terlebih jika anda sudah jalan-jalan ke sekeliling kota Mataram ataupun bagian lain dari pulau Lombok.

Masjid seakan bertebaran dimana-mana, hampir mirip dengan Bali yang dikelilingi oleh seribu pura. Tapi sayang, mereka hanya membangun fisiknya saja. Bayangkan, di kota Mataram ada dua buah masjid besar saling berhadapan, cuma bersebrangan jalan saja. Bahkan fisik masjid tersebut belum sepenuhnya selesai. Pembangunan fisik masjid, oleh masyarakat Lombok, yang didahulukan malah kubah/menaranya, sementara bagian dalamnya dibiarkan apa adanya dulu”.

Memasuki Lombok sepertinya melawat pameran masjid yang menurut beberapa penduduk tempatan yang saya temui, tidak lebih dari upaya pemerintah Lombok untuk bersaing dengan Bali dalam erti menggunakan agama dan budaya untuk menarik kedatangan pelancong. Sayangnya tidak seperti Bali yang memanfaatkan pura untuk tujuan ibadat dan pelancongan, masjid-masjid di Lombok bukan sahaja sepi pelancong kerana kepura-puraan bahkan manfaatnya kepada penduduk setempat dipertanyakan terutama warga miskinnya.

Meski demikian pujian harus diberikan kepada pemerintah Lombok yang akhirnya serius untuk mempromosikan Lombok kepada dunia luar walaupun masih banyak aspek yang perlu diperkerjakan terutama pengangkutan umum yang baik dan akses ke tempat pelancongan. Hanya saja pemerintah harus lebih jelas dalam merangka konsep Lombok seperti apa yang harus dijual. Ada yang melontarkan idea Lombok harus memilih pelancongan Islam sebagai daya jual terutama kepada pelancong dari dunia Islam dan ada yang cenderung menyeimbangkan antara Islam dan ala-Bali.

Jika memilih menjual Lombok sebagai pulau bernuansa Islam seperti diciptakan Belanda terhadap Bali sebagai pulau bernuansa Hindu menurut saya tidak akan berjaya melihatkan imej Islam yang tidak begitu positif dan masyarakat Lombok secara umumnya bukanlah seperti rakan seagama mereka di Acheh. Lombok lebih terbuka dan pragmatik dalam menyikapi persoalan agama dan dunia. Contohnya di Pulau Gili Trawangan, masjid utama terletak di pusat keramaian dan berjarak beberapa meter, pelancong lelaki dan wanita dengan bebas berjemur mengenakan pakaian yang terdedah.

Semoga Lombok akan menemukan konsep terbaik agar generasi mendatang Lombok mendapat manfaatnya. Jangan semberono meniru Bali terutama dalam hal pelancongan kerana 80 peratus pelaburan dalam bidang pelancongannya dikuasai asing dan agama Hindu di Bali hanyalah komoditi yang dipergunakan asing untuk meraih keuntungan semaksimal mungkin.

tulisan ini pertama kali tersiar di The Malaysian Insider pada 3 Disember 2012.

Wednesday, October 31, 2012

Singapura Express

Singapura dalam 36 jam dengan kos perbelanjaan SGD50.

Makan - SGD15
Tiket bola - SGD6
Tambang MRT - SGD10
Tidur di kafe siber - SGD6
Internet - SGD5
Lain-lain - SGD8
28/10 - 4 pagi
minum kopi di medan selera North Bridge Road menanti MRT

28/10 - 11am
berkunjung ke The Substation
karya2 Pram antara yang dijual Isrizal

buku2 Fixi dan SIRD turut dijual

suasana meriah di SGAAB yang pertama, tahniah!


28/10 - 5pm
diskusi bersama pemenang FFF 2012; Tricia Yeoh &Kian Meng

28/10 - 730pm
menonton aksi final Piala Singapura

Tampines Rovers lwn Tentera (1-2)


29 Okt - 12am
MU lawan Chelsea, tonton bersama pekerja asing

29 Okt - 1pm
makan siang di Geylang sambil meeting

29 Okt - 230pm
ke Bank DBS di Plaza Singapura

29 Okt - 3pm
siap-siap untuk meninggalkan Singapura


29 Okt - 330pm
menuju JB menaiki bas

29 Okt - 4pm
memasuki JB

29 Okt - 430pm
sampai di Larkin Sentral, JB

Thursday, October 18, 2012

Bahasa Inggeris senjata kaum penindas?

Bahasa Inggeris adalah segala-galanya merupakan mitos besar yang dicipta oleh kaum-kaum penindas di Malaysia baik kapitalis haloba, kapitalis rasis dan yang sejenis untuk terus menjustifikasikan penindasan mereka.

Sebenarnya selain membuat untung, tugas majikan adalah memperkasa pekerja dengan memberi latihan berterusan dan pekerja pula bekerja dengan etika kerja yang baik.

Kepada yang tidak menguasai Inggeris dengan baik terutama penutur bahasa kebangsaan, dunia tidak berakhir untuk anda. Cari peluang dan buka pasaran sendiri. Tahun-tahun mendatang bahasa kebangsaan dijangka mampu menguasai segala lapangan jika kita semua yakin dengan kemampuannya. Jumlah penutur akan meningkat sejajar dengan kadar kelahiran di kalangan orang Melayu yang tinggi. Lihat saja dunia penulisan beberapa tahun kebelakangan sebagai contoh.

Apapun, kuncinya adalah percaya diri. Bahasa Inggeris bukan segalanya dalam hidup, tapi janganlah malas menguasai jika mampu. Itu lebih baik.

Monday, October 08, 2012

Jalan sukar melawan perkauman


Melawan perkauman bukan hal mudah lagi-lagi di negara ini yang sudah mendarah daging. Kita sering berusaha untuk lari namun sering digagalkan di meja makan bila bersama keluarga atau di hari perayaan besar. Hal ini berlaku di kalangan anak semua bangsa, baik Melayu, Cina, India dan lainnya.
Oleh kerana berkecimpung di dalam dunia aktivisme selain dunia nyata (perniagaan), saya pernah menulis tentang peri pentingnya melawan perkauman di kalangan mereka yang mendakwa sebagai pejuang melawan perkauman. Ini bukan hal yang sengaja diada-adakan melainkan memang ada dan tanpa sedar dinafikan dan diberikan pelbagai alasan oleh si pelaku, aktivis anti-perkauman yang perkauman.
Dibesarkan di dalam dua dunia yang satunya penuh dengan wacana Melayu dan musuh-musuhnya dan satunya lagi, bangsa Malaysia dan kebersamaannya memberikan dimensi yang pelbagai di dalam menyikapi hal-hal yang berlaku di sekeliling.
Telinga ini sering mendengar keluh kesah pekerja Melayu yang mendakwa didiskriminasi di tempat kerja dengan gaji yang tidak sama dengan rakan sejawatan dari bangsa lain dan peluang kenaikan pangkat yang disulitkan.
Telinga ini juga sering mendengar keluh kesah mahasiswa Cina dan India yang mendakwa tidak mendapat biasiswa dari kerajaan walaupun mendapat keputusan cemerlang dan datang dari keluarga tidak berada.
Mata ini sering melihat bagaimana anak-anak Melayu dipandang rendah apabila menjejak kaki di kedai-kedai bernuansa mewah dan mata ini sering melihat bagaimana anak-anak Cina dan India akan dibantai sekiranya melakukan pelanggaran ke atas anak-anak Melayu. Tragedi Kampung Medan sebagai contoh.
Lalu apa jalan ke depan? dan masihkah ada sinar cahaya?
Jika ditanya saya, jawapannya bercampur kerana sulit untuk dijangka ke mana akan menghala hubungan kaum di negara ini. Selepas pilihanraya Mac 2008 saya kembali optimis, namun beberapa tahun kedepannya optimisme itu kembali memudar. Peristiwa Bersih 2.0 dan Bersih 3.0 kembali memberi harapan walau banyak cerita-cerita dalaman yang saya dengar tentang apa di sebalik gerakan Bersih dan Pakatan Rakyat kadangkala menggoncang perasaan ini.
Pilihanraya umum ke 13 semakin menjelang dan perang kebencian di antara kaum akan ditingkatkan demi sebuah kuasa. Minda orang Melayu telah dihasut dengan gigihnya oleh UMNO melalui media arus perdana bahawa kuasa politik Melayu sedang diancam walaupun hakikatnya tidak sama sekali.
Namun, tingkah laku segelintir ahli politik bukan Melayu dari Pakatan Rakyat yang kurang sensitif terhadap persoalan politik Melayu dan Islam turut tidak membantu, sebagai contoh komentar Ngeh Koo Ham dalam kes filem “The Innocence of Muslim”.
Baru-baru ini, Persatuan Jawatankuasa Sekolah Cina Bersatu Malaysia (Dong Zong) telah mengadakan “Kempen selamatkan pendidikan Cina” dan mereka telah menghantar memorandum kepada PM Najib Razak.
Antara isi kandungan memorandum itu adalah: masalah kekurangan guru yang serius di Sekolah Jenis Kebangsaan Cina, petempatan guru tidak berkelayakan bahasa Cina masih dihantar mengajar di sekolah Cina, Sijil Peperiksaan Bersama sekolah persendirian yang tidak diiktiraf, kesukaran permohonan pendaftaran ahli lembaga pengarah pengelola sekolah dan beberapa lagi.
Saya memahami dan tidak bermasalah dengan apa yang diperjuangkan mereka kerana ia termaktub di dalam Perlembagaan walaupun jauh sudut di hati berharap anak semua bangsa di masa hadapan akan belajar di bawah satu bumbung.
Meskipun itu hak, saya percaya perangai seperti Dong Zong ini tidak akan membantu ke arah hubungan kaum yang lebih baik dan kaum Cina akan dilihat dengan lebih curiga. Pastinya hal ini tidak membantu saya dan kita semua yang menginginkan wujudnya bangsa Malaysia yang lebih bersatu padu. Jalan semakin sukar kerana pelaku perkauman, UMNO akan memanfaatkannya.
Meski begitu, Dong Zong telah dihentam hebat oleh seorang blogger berbangsa Cina, Shen Yee Aun yang kebetulan sahabat saya dan sayangnya sudah memasuki kem UMNO melalui proksinya MCA, tidak mengapalah.
Saya sangat bersetuju dengan beberapa kenyataan balas beliau merespon isi memorandum Dong Zong seperti di bawah;
- Even the Malays let a Chinese to lead and coach them and my own University Debate coach recognize that as integration of skills , knowledge and mindset of the Chinese version of the Malay Debate mentality and technique into our University Debate Community.
- How could Dong Zong ever thinks that only Chinese deserved to teach Chinese and non Chinese teacher are less qualify to teach Chinese ?
-Even Shila Amzah can sing Chinese Song way better than thousands of Malaysian Chinese.
- Even you ( Dong Zong ) are more RACIST THAN THE MALAY RACIST BECAUSE THEY NEVER EVEN SUGGEST TO USE ARABIC LANGUAGE AS PART OF OUR NATIONAL LANGUAGE ( Islamic Language ).
- Dong Zong are more RACIST and EXTREME than Malays because they restricted other races to learn Chinese Language but the Malays ENCOURAGE OUR MALAYSIAN CHINESE TO LEARN THEIR OWN LANGUAGE.
Kritikan tajam tersebut boleh dibaca lengkap di blog beliau di sini.
Akhirnya seorang berbangsa Cina berani mengkritik cauvinis dari kaumnya, tahniah saya ucapkan! Jika selama ini hanya kaum Melayu yang berani secara terbuka menempelak kaumnya sendiri, sudah tiba masanya kaum-kaum lain melakukan hal yang sama. Jangan dicari salah kaumnya, carilah salah perkaumannya.
Semoga perbezaan politik tidak menghalang kita untuk membetulkan apa yang tidak betul.
Kita anak semua bangsa wajib melawan perkauman di kalangan bangsa kita dahulu bermula di meja makan, sekolah, tempat kerja dan di mana saja. Semoga usaha kecil tetapi berterusan akan membuahkan hasil paling tidak untuk anak-anak kita nanti.
Tulisan ini pertama kali tersiar di The Malaysian Insider pada 7hb Oktober 2012